Logo Kejaksaan Kejaksaan Negeri
Jakarta Selatan

Pelaksanaan Sidang Lanjutan Ke-6 (enam) perkara penyebaran berita bohong alias Hoax untuk membuat Keonaran dengan terdakwa RATNA SARUMPAET di PN Jaksel

Selasa, 2 April 2019 19:00:00 | Press Release

Bahwa pada hari Selasa tanggal 02 April 2019 Sekira pukul 09.00 WIB, bertempat di  Ruang Sidang Utama Prof.H.Oemar Seno Adji, SH Pengadilan Negeri Jakarta Selatan Jl. Ampera Raya No.133 Ragunan Pasar Minggu Jakarta Selatan, telah berlangsung sidang ke-6 (Enam) perkara penyebaran berita bohong alias Hoax untuk membuat Keonaran dengan terdakwa atas nama RATNA SARUMPAET (No.perkara 203/Pid.sus/2019/PN.JKT.SEL) dengan agenda sidang Pemeriksaan Saksi.

Bahwa Sidang Keenam tersebut dipimpin oleh Majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dengan susunan perangkat sidang sebagai berikut :

HAKIM KETUA :

Dr. JONI, SH.,MH

HAKIM ANGGOTA :

KRISNUGROHO, SH.,MH

HAKIM ANGGOTA :

MERY TAAT ANGGARASIH, SH.,MH

 

PANITERA:

1. MURATNO, SH.,MH

2. EDY SUWITNO, SH

 

JAKSA PENUNTUT UMUM:

1. DAROE, SH

2. NUR CHASANAH, SH

3. PAYAMAN, SH

4. RAHIMAH, SH

5. AGUS BACTIAR, SH

6. REZA MURDANI, SH

7. SRU M, SH

8. SARWOTO, SH

9. LASMARIA, SH

10. DONNY M. SANNY, SH

Bahwa Sidang Ke-6 (enam) dengan agenda Sidang Pemeriksaan Saksi tersebut, Tim Jaksa Penuntut Umum Kejari Jaksel Menghadirkan 4 (empat) saksi Ke persidangan yakni :

  1. Ahmad Rubangi (Supir Terdakwa);
  2. Saharudin (Karyawan Terdakwa);
  3. Makmur (Karyawan Terdakwa);
  4. Nanik Sudaryati (Wakil Ketua Tim BPN Prabowo/Sandi);

Bahwa sebelum pemeriksaan saksi dilaksanakan pihak Penasehat Hukum Terdakwa menyatakan keberatan dengan ketiga saksi dari Kepolisian, menurutnya keterangan saksi akan subjektif sesuai dengan pekerjaannya dan menurut Tim Jaksa, saksi dari Kepolisian sudah sesuai dengan aturan dan para saksi memiliki kewenangan untuk melakukan penyelidikan dan penyidikan bila ada tindak pidana dan keberatan penasehat Hukum terdakwa ditolak oleh Majelis Hakim kemudian sidang dilanjutkan.

Bahwa dalam sidang pemeriksaan tersebut saksi pertama AHMAD RUBANGI menerangkan Bahwa saksi bekerja sejak bulan Juni 2016 sebagai supir dari terdakwa dan pada saat diluar rumah mengirim foto lebam-lebam via whatsapp dan bilang kepada saksi sebentar lagi akan pulang, sesampainya dirumah kemudian saksi mengantarkan terdakwa ke Kamar dan memberitahu kepada saksi habis dipukuli oleh 2 (dua) orang pria yang berlokasi di Kota Bandung.

Bahwa saksi tidak mengetahui bahwa terdakwa berbohong dan saksi menjadi tahu bahwa dipukuli setelah viral dimedia dan pada tanggal 30 September 2018 ada tamu FADLI ZON menengok ke rumah terdakwa dan foto bersama dengan keadaan muka terdakwa masih lebam-lebam.

Bahwa dalam sidang pemeriksaan tersebut saksi kedua SAHARUDIN menerangkan saksi bekerja kepada terdakwa sejak tahun 2017 dalam kegiatan meyiapkan tempat kawan-kawan media apabila terdakwa melakukan jumpa pers, bahwa saksi mengetahui terdakwa dipukuli  dari terdakwa sendiri pada tanggal 24 September 2018 pukul 21.00 wib saksi dibangunkan oleh saksi AHMAD RUBANGI dan menuju kamar terdakwa dan terdakwa bercerita dipukuli oleh 2 (dua) orang yang berlokasi di Kota Bandung.

Bahwa pada tanggal 27 September 2019 saksi mengantarkan terdakwa ke Hotel Bidakara untuk rapat dan bertemu dengan Sdr. Haris dan Sdr.Ruben, terkait tujuan Rapat saksi kurang Paham akan tetapi sempat mendengar dalam rapat terjadi argumen antara Sdr.Haris dengan Sdr.Ruben, terkait uang 23 Triliyun milik raja-raja di Papua, kemudian tanggal 30 September 2018 rombongan sdr. FADLI ZON menjenguk ke rumah terdakwa dan keesokan harinya sesuai instruksi terdakwa saksi melanjutkan jadwal untuk bertemu Sdr.DJOKO SANTOSO setelah pertemuan tersebut dijadwalkan akan ada konfrensi pers di rumah Sdr. PRABOWO akan tetapi terdakwa tidak mau menghadiri acara tersebut.

Bahwa dalam sidang pemeriksaan tersebut saksi ketiga MAKMUR menerangkan saksi bekerja kepada terdakwa sejak tragedi tsunami aceh tahun 2004, kemudian saksi bekerja kepada terdakwa sekitar 21 September 2018 untuk membantu penghubung ke daerah-daerah di organisasi Gerakan Selamatkan Indonesia, bahwa tanggal 24 September 2018, saksi dan saksi saharudin dipanggil oleh saksi ahmad rubani untuk ke kamar terdakwa yang sudah pulang dari Bandung. Selanjutnya saksi kaget setelah bertemu terdakwa dengan muka lebam-lebam. Menurut terdakwa lebam-lebam di mukanya di akibatkan terdakwa di aniaya oleh 2 (dua) orang laki-laki di Bandung.

Bahwa pada tanggal 03 Oktober 2018 terdakwa memanggil saksi, saksi saharudin, dan saksi Ahmad Rubangi untuk menyampaikan terkait terdakwa di pukuli oleh 2 (dua) laki-laki di Bandung adalah bohong, dan terdakwa meminta maaf kepada saksi dan saksi lainnya. Alasan terdakwa muka-mukanya lebam karena operasi plastik bukan di pukuli. Selanjutnya terdakwa melakukan jumpa pers terkait kebohongan terdakwa dianiaya di rumahnya didampingi keluarga.

Bahwa dalam sidang pemeriksaan tersebut, saksi ke empat NANIK SUDARYATI menerangkan Bahwa, saksi pertama kali mengetahui terdakwa dianiaya yakni pada tanggal 01 Oktober 2018 malam hari di rumah Prabowo pada saat rapat BPN, dimana pada saat itu berhembus kabar terdakwa di culik dan dianiaya, dan terdakwa minta bertemu dengan Prabowo di Polo, Bahwa selanjutnya pada tanggal 02 Oktober 2018 saksi bertemu dengan terdakwa di polo dan saksi kaget melihat kondisi terdakwa, kemudian saksi bertanya kepada terdakwa untuk menceritakan kronologis penganiayaan di alami terdakwa. Menurut terdakwa kejadian penganiayaan di Bandung dilakukan oleh 2 (dua) laki-laki, dan menurut terdakwa sepanjang perjuangannya baru kali ini mengalami penganiayaan fisik. Pada saat terdakwa menceritakan kronologis penganiayaan di dengarkan bukan oleh saksi sendiri tetapi oleh seluruh tokoh-tokoh yang berada disitu diantaranya Amien Rais, Prabowo, dll.

Bahwa selanjutnya setelah cerita penganiayaan dari terdakwa, kemudian pada malam harinya dilakukan konfrensi pers yang dilakukan Prabowo Dkk. sebagai bentuk keprihatinan terhadap terdakwa. Konfrensi pers tersebut sepengetahuan dan seijin dari terdakwa, Bahwa saksi mendapatkan foto wajah lebam terdakwa dari Ari Seno yang dikirim via whatsapp, selanjutnya benar bahwa saksi dan Fadli Zon memposting kejadian penganiayaan yang dialami terdakwa. Kemudian setelah saksi mengetahui terdakwa berbohong, lalu saksi menghapus postingan di FB terkait penganiayaan terdakwa, dan saksi meminta maaf atas postingan tersebut.

Bahwa setelah keterangan saksi Nanik Sudaryati dikemukakan di persidangan, kemudian Majelis Hakim menanyakan kepada terdakwa bagaimana sikap terdakwa atas keterangan saksi Nanik Sudaryati, kemudian terdakwa menyatakan sikap keterangan saksi Nanik Sudaryati dipersidangan hari ini menurut terdakwa semuanya bohong dan tidak benar. Keterangan saksi Nanik Sudaryati terkait meminta ijin kepada terdakwa memposting di FB penganiayaan terdakwa tidak benar, dimana saksi tidak meminta ijin kepada terdakwa.

Bahwa setelah pemeriksaan saksi selesai kemudian Majelis Hakim menyatakan sidang akan dilanjutkan pada hari Kamis tanggal 04 April 2019 dengan agenda sidang Pemeriksaan saksi dan sidang di tutup oleh Majelis Hakim.

Bahwa jalannya sidang Ke-6 (enam) tersebut dilakukan pengamanan dari pihak Kepolisian Polres Metro Jaksel, berbagai kesatuan sidang terbuka untuk umum dan dihadiri oleh keluarga terdakwa, elemen masyarakat dan diliput oleh media cetak maupun elektronik dan persidangan berlangsung dengan aman, lancar, dan terkendali.

News Ticker

  • Kejari Jaksel melayani pengambilan SIM-STNK-KIR kendaraan bermotor terhadap pelanggar lalu lintas yang diputus verstek tanpa kehadiran pelanggar di PN Jaksel dan dapat diambil pada hari Senin s/d Kamis jam (08.00 - 15.00 Wib)
  • Loket Pendaftaran Pelayanan Tilang dibuka mulai pukul 08.00 s.d 11.30 WIB. Pukul 11.30 - 15.00 WIB, hanya melayani yang sudah terdaftar.
  • Untuk Hari Jum'at, jam (08.00 - 15.00 Wib) Kejari Jaksel hanya melayani pengambilan SIM-STNK-KIR kendaraan bermotor sesuai tanggal pada hari sidang yang ditentukan dalam surat bukti tilang
  • Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan melaksanakan penegakan hukum dengan hati nurani dan berdasarkan undang-undang
  • Masyarakat yang akan memberikan masukan, kritik dan saran atau melaporkan suatu tindak pidana korupsi dapat melalui web site Kejari Jaksel pada ruang Konsultasi
  • ISI SITUS BERSIFAT INFORMATIF BUKAN MERUPAKAN LEGAL OPINION DARI KEJAKSAAN R.I. APABILA TERDAPAT DATA ELEKTRONIK BASED YANG BERBEDA DENGAN DATA RESMI PAPER, MAKA YANG MENJADI ACUAN ADALAH DATA RESMI PAPER BASED.